Bulan Purnama yang Kupandangi

Posted: 4 Januari 2013 in Penyucian Jiwa, Uncategorized

bulan purnama 2

Sahabat, beberapa malam terakhir ini bulan sangat indah, berpijar mempesona menerangi dari langit sana. Ya sobat, silih berganti dengan matahari, siang matahari menerangi dengan cahaya kuat untuk mendorong manusia beraktivitas dan mencari rezki untuk melanjutkan hidupnya, dan malam kini giliran bulan berpijar dengan cahaya sederhana memberi kesempatan untuk mengistirahatkan kita. Coba sobat gak ada salahnya luangkan waktu kita untuk menatap bulan terutama ketika bulan sedang gagah-gagahnya, ketika bulatnya mulai sempurna lalu kemudian purnama, ya ketika pertengahan bulan hijriah (13, 14, 15 Hijriah), biar momen ini lebih bermakna, selagi melihatnya maka hadirkanlah dihati untuk juga bertafakkur tentangnya, diantaranya renungkanlah bahwa:

 
1. Salah satu kenikmatan terbesar kelak yg akan diperoleh oleh penghuni surga adalah memandang Allah, ya sobat misalkan saja nih kita merantau dalam jangka waktu yg lama bertahun-tahun meninggalkan orang tua dan keluarga kita kemudian tiba saatnya kita kembali ke kampung halaman berjumpa dengan ibu ayah kita, gimana rasanya? Wah dijamin ada tangis haru disana, kerinduan yg telah lama terpendam kini tercurah, kita peluk tubuhnya, kita cium wajahnya sambil menangis haru, nah bagaimana lagi harunya, bagaimana lagi nikmatnya ketika hamba bertemu Rabb nya, Tuhan yg selama ini dia beribadah kepada-Nya, bersimpuh bermunajat kepada-Nya, Rabb yg menciptakannya, menciptakan ayah ibunya, dan seluruh makhluk, ruang dan waktu.

Dari Jarir bin Abdillah al-Bajali radhiyallahu ‘anhu, beliau berkisah: “Kami pernah duduk bersama Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam. Saat itu beliau memandang ke arah bulan pada malam purnama. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya kalian akan memandang Rabb kalian sebagaimana kalian memandang bulan. Kalian tidak berdesakan ketika memandang Allah. Jika kalian mampu, untuk tidak terlewatkan shalat sebelum terbitnya matahari (shalat Subuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (shalat ‘Ashar), lakukanlah!” (Bukhari-Muslim)

Ya sobat, sebuah kenikmatan yg agung, melihat Allah dengan mata kepala tanpa saling berebutan sebagaimana ketika kita melihat bulan purnama, namun bukan berarti menyamakan dengan yg dipandang, Maha Suci Allah dari penyerupaan dengan sesuatupun

2. Tau gk sobat Nabi kita yg mulia, Muhammad bin Abdullah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, adalah orang yg sangat tampan, ya tampan wajahnya, tampan hatinya, teduh wajahnya penuh kejujuran, sebagaimana kata Syeikh As’Sadi rahimahullah bahwa orang yang munshif, yang tidak mempunyai keinginan kecuali mengikuti kebenaran, hanya dengan melihat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mendengarkan tutur kata beliau, akan segera beriman kepada beliau dan tidak sangsi terhadap risâlahnya. Banyak orang yang hanya sekedar menyaksikan wajah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi yakin bahwa itu bukan wajah seorang pendusta.

Terus apa hubungannya dengan bulan, biar sahabat radhiyallahu anhum yg menceritakannya:

Abu Ishâq Radhiyallahu anhu berkata: “Ada seorang lelaki bertanya kepada Barâ` bin Azib : “Apakah wajah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti pedang?” Ia menjawab: Tidak, tetapi seperti bulan.” [al-Mukhtashar hadits no. 9]

Jâbir Radhiyallahu anhu juga berkata: “Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam purnama, beliau mengenakan kain merah. Aku mulai memandang beliau dan bulan, ternyata beliau lebih indah dibandingkan bulan”. [al-Mukhtashar hadits no. 8]

3. Ketika sedang melihat bulan tsb, perhatikan jugalah sekitarnya pandangi indahnya kerlip bintang lainnya, perhatikan gurat langit disekelilingnya, dan sadarilah bumi yg sedang kita pijak ketika memandang bulan tsb adalah bagian yg teramat kecil dari kenyataan luasnya ruang semesta, sadarilah waktu perhitungan kita dibumi relatif tidak teranggap dalam dimensi waktu angkasa,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Perumpamaan langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti cincin yang dilemparkan di padang sahara yang luas, dan keunggulan ‘Arsy atas Kursi seperti keunggulan padang sahara yang luas itu atas cincin tersebut (HR. Muhammad bin Abi Syaibah, Dihasankan oleh Syaikh al-Albani)

klw engkau sekarang ini sedang galau atau bersedih sobat, maka tataplah langit itu, pejamkanlah matamu, renungkan arti hidup ini, hapus gelisah dan sempitnya kalbumu, bersemangatlah karna kegelisahan dan kesempitan hati hanya dirasakan oleh orang yg lupa hakikat keberadaannya di alam semesta ini

Berdzikirlah, pujilah Rabb Yang Maha Agung yg telah menciptakan semua ini

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS Ali Imran: 190-191)

Salah satu do’a yang bisa kita panjatkan

أَسْأَلُكَ لِذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ

“Aku meminta kepada-Mu (ya Allah) kenikmatan memandang wajah-Mu di akhirat kelak, dan aku meminta kepada-Mu kerinduan untuk bertemu dengan-Mu.” (HR. an-Nasa’i)

sahabatmu
Irwan

semoga Allah mengampuninya, kedua orangtuanya, dan seluruh kaum muslimin

sumber:

http://asysyariah.com/ruyatullah-nikmatnya-memandang-allah.html

http://almanhaj.or.id/content/3053/slash/0/ruyatullah-melihat-allah-dalam-pandangan-ahlus-sunnah-dan-mutazilah/

http://abangdani.wordpress.com/2012/11/15/ciri-fisik-rasulullah-yang-sempurna/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s