Catatan Ringkas Puasa Ramadhan

Posted: 12 Juli 2011 in Ibadah
Tag:, , , ,

Catatan Ringkas Puasa Ramadhan

Bulan Ramadhan tak lama lagi kan menyapa, sudah sepantasnya kita mengetahui hal-hal terkait syari’at yang agung ini, Berikut beberapa hal yang hendaknya kita ketahui dalam menyambut bulan yang mulia ini:

Pengertian Puasa

Puasa dalam bahasa  Arab disebut dengan “ shaum”. Shaum secara bahasa bermakna imsak (menahan diri) dari makan, minum, berbicara, nikah dan berjalan. Sedangkan secara istilah shaum bermakna menahan diri dari segala pembatal dengan tata cara yang khusus.

 Manfaat Puasa 

  1. Puasa sebagai bentuk pendekatan,ketundukan, dan peribadahan kita kepada Allah
  2. Puasa adalah peredam syahwat
  3. Puasa melatih kita mengontrol diri dan mengendalikan hawa-nafsu
  4. Puasa membentuk akhlak mulia, seperti: Jujur, Muroqobah (rasa selalu berada dalam pengawasan Allah), Ikhlas, dan Sabar, Santun, Dermawan, Murah hati, dan pengerahan jiwa untuk mengerjakan segala hal yang diridhai Allah subhanahu wa ta’ala dan dapat mendekatkan diri kepada-Nya.
  5. Puasa juga sebagai momentum pembersihan, penggemblengan dan pensucian jiwa dari akhlak tercela dan sifat-sifat buruk, seperti tamak, rakus dan kikir.

Keutamaan Bulan Ramadhan

  1. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an
  2. Dalam Bulan Ramadhan terdapat Lailatul-Qadr (malam yang lebih utama dari 1000 bulan)
  3. Pada Bulan Ramadhan, syaithan-syaithan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu syurga dibuka

Keutamaan Berpuasa di bulan Ramadhan

  1. Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi (disisi Allah) dari wangi misk/kesturi
  2. Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan (ketika berbuka dan ketika kelak bertemu Allah)
  3. Sebab dikabulkannya do’a kita (saat yang mustajab dalam berdo’a)
  4. Mengampuni seluruh dosa kita yang telah berlalu
  5. Menjauhkan kita dari api neraka
  6. Puasa adalah perisai/benteng kita dari neraka
  7. Kita akan memperoleh pahala yang tidak terbatas
  8. Kita akan digolongkan sebagai Shiddiqin dan Syuhada’
  9. Puasa akan memberi syafa’at bagi kita kelak di hari kiamat
  10. Puasa salah satu pintu surganya (Rayyan) Allah

Tujuan Berpuasa di bulan Ramadhan

Agar kita menjadi orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah

Hukum Puasa di Bulan Ramadhan

Berpuasa di Bulan Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim (baik laki-laki maupun perempuan)  yang telah memenuhi syarat wajib puasa. Dan meninggalkan puasa di bulan ramadhan tanpa udzur (sebab yang dibenarkan) termasuk dosa besar yang diancam dengan siksa neraka yang pedih dan orang ini diragukan keimanannya serta dianggap sebagai orang yang munafik.

Syarat Wajib dan Rukun Puasa

Syarat Wajib Puasa:

a. Islam
b. Baligh (Dewasa)
c. Berakal Sehat
d. Mukim
e. Berkesanggupan Puasa
f. Tidak dalam Keadaan Haid dan Nifas

Rukun Puasa:

  1. Niat
  2. Meninggalkan Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

Prosesi Puasa di Bulan Ramadhan

Niat

  1. Merupakan syarat sahnya puasa, untuk itu hendaknya seorang muslim benar-benar memperhatikan masalah niat ini, bersungguh-sungguh meniatkan ikhlas berpuasa karena Allah Ta’ala
  2. Tempatnya didalam hati (Cukup dengan hati dan tidak dilafadzkan [tidak perlu dengan do’a “Nawaitu Shauma Ghadin…dst] dan makan sahurnya seseorang sudah menunjukkan dia punya niat berpuasa)
  3. Waktu berniat dilakukan dimalam harinya, yakni waktu antara setelah matahari terbenam sampai terbitnya fajar shubuh
  4. Niat dilakukan setiap malamnya/setiap akan berpuasa Ramadhan, bukan sekali untuk sebulan

Makan Sahur

Keutamaan Sahur

-Dalam sahur terdapat barakah.
-Pujian Allah dan doa para malaikat terhadap orang-orang yang makan sahur.
-Menyelisihi puasanya ahlul-kitaab.

  1. Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma
  2. Disunnahkan makan sahur secara bersama-sama
  3. Disunnahkan mengakhirkan makan sahur sampai mendekati waktu adzan shubuh
  4. Penentuan menahan makan dan minum ketika waktu imsyak (10 menit sebelum adzan shubuh) adalah hal yang tidak ada tuntunannya dari syari’at, maka hendaknya kita abaikan bahkan hendaknya kita gunakan untuk makan sahur.

Waktu Pelaksanaan Puasa

Dimulai dari terbitnya fajar shubuh dan berakhir sampai terbenamnya matahari

Amalan-Amalan Yang Hendaknya Dilakukan Ketika Sedang Berpuasa

1.   Shalat, baik shalat wajib dan ditambah dengan shalat-shalat sunnah

2.   Memperbanyak membaca Al-Qur’an, mentadabburi maknanya, menghafalkannya, dll

3.   Memperbanyak Do’a dan Dzikir kepada Allah

4.   Memperbanyak Sedekah

5.   Melakukan amalan-amalan solih lainnya, seperti: berbuat baik kepada orang lain, menuntut ilmu agama, dll

Amalan Yang Hendaknya Dihindari Bagi Orang Yang Berpuasa

1. Berkata dusta dan Berkata kotor

2. Ghibah (Menggunjing/Gossip) dan Namimah (Mengadu-domba)

3. Melakukan perkara yang sia-sia dan tak berguna

4. Mengumbar Syahwat

5. Melakukan kemaksiatan pada umumnya, seperti makan harta riba, mencuri, dll

Hal-hal yang Makruh Bagi Orang Yang Berpuasa

1.   Berbekam dan Memberikan Donor Darah

2.   Memeluk dan Mencium Istrinya Hingga Membangkitkan Syahwatnya

3.   Puasa Wishol (Menyambung puasa dari maghrib sampai waktu sahur)

Hal-hal yang Boleh Dilakukan Oleh Orang Yang Berpuasa

1.   Bersiwak atau Sikat Gigi

2.   Menggunakan pasta gigi dengan tetap menjaga jangan sampai menelan sesuatu sampai ke dalam kerongkongannya dan hindari pasta gigi yang memiliki pengaruh kuat kedalam perut dan tidak bisa diatasi

3.   Boleh berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung ketika berwudhu’ dengan ketentuan tidak terlalu dalam dan berlebihan sehingga masuk ke dalam kerongkongan

4.   Mandi atau Berenang dengan tetap menjaga air tidak masuk ke dalam kerongkongan

5.   Bercelak untuk mata

6.   Memeluk/bersentuhan dan Mencium istri jika ia mampu menguasai dirinya

7.   Boleh menelan ludah bahkan lebih dari itu boleh mengumpulkan ludah dengan sengaja dimulut kemudian menelannya. Begitupun menelan dahak tidak membatalkan puasa tetapi dahak tidak boleh ditelan karena ia adalah kotoran yang membahayakan tubuh, serta boleh menelan sesuatu yang sulit dihindari seperti sisa makanan atau darah pada gigi dengan jumlah yang sedikit yang ikut tertelan dengan ludah

8.   Boleh mencicipi masakan dengan ketentuan menjaganya jangan sampai masuk kedalam kerongkongan

9.   Boleh bersuntik dengan apa saja yang tidak mengandung makna makanan dan minuman yang seperti suntikan vitamin, infus, suntikan kekuatan, dll

10. Orang yang mendapatkan fajar dalam keadaan junub boleh untuk tetap berpuasa

Pembatal-pembatal Puasa

1.   Makan dan Minum dengan sengaja

2.   Suntikan-suntikan penambah kekuatan semisal vitamin dan sejenisnya yang masuk dalam makna makan dan minum

3.   Menelan darah mimisan dan darah yang keluar dari bibir

4.   Muntah dengan sengaja

5.   Haid dan Nifas

6.   Bersetubuh

7.   Berniat membatalkan puasa

8.   Keluar dari agama Islam (Murtad)

Berbuka Puasa

1.   Waktu berbuka ketika matahari telah tenggelam

2.   Disunnahkan mempercepat berbuka puasa

3.    Disunnahkan berbuka dengan ruthob (kurma kuning yang mengkal dan hampir matang), jika  tidak ada dengan kurma (matang), jika tidak ada dengan beberapa teguk air

4.   Disunnahkan berbuka secara jama’ah dengan keluarga, rekan, atau kaum muslimin lainnya

5.   Disunnahkan memperbanyak berdo’a ketika berbuka, karena merupakan  waktu yang mustajab

6.   Merupakan amalan yang sangat mulia dan berpahala besar jika seseorang memberikan makanan buka puasa kepada saudaranya yang berpuasa

7.   Membaca Bismillah ketika hendak menyantap makanan/minuman berbuka lalu berdo’a,

Do’a berbuka puasa yang shohih

Doa ini dibaca setelah selesai menyantap makanan berbuka -perhatikan arti doa tersebut-. Adapun doa yang sering dibaca oleh sebagian kaum muslimin seperti : Allaahumma laka shumtu….dst. dan yang lain-lain; maka doa tersebut berasal dari hadits-hadits berstatus dl’aif. Sudah selayaknya kita hanya memilih doa yang tsabit (tetap) berasal dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

 

By: Irwan SPL

*Diramu dari berbagai sumber

1. Panduan Puasa Ramadhan di Bawah Naungan Al-Qur’an dan As-Sunnah (Ustadz Dzulqarnaen ibn M. Sunusi) Download disini

2. Panduan Ramadhan (Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal) Download disini

3. Sifat Puasa Nabi (Syaikh Ali dan Syaikh Salim) Download disini

4. Kompilasi Blog (Ustadz Abul-Jauzaa’) Download disini

5. Lainnya : disini atau disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s